• Breaking News

    Pengamanan Polresta Cirebon Di Tradisi Agung Memayu Buyut Trusmi


    PILARGLOBALNEWS,--Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung operasi pengamanan tradisi agung Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada hari Minggu, 1 November 2026. Sebanyak 361 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan secara terencana dan terkoordinasi guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan yang sarat makna ini berjalan aman, tertib, lancar, serta kondusif dari awal hingga akhir prosesi.

    Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Kapolresta Cirebon didampingi langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman — kehadiran ini menandakan dukungan penuh sekaligus perhatian mendalam dari pimpinan daerah terhadap kelancaran dan kehormatan tradisi yang dijunjung tinggi masyarakat. Pengamanan kegiatan ini melibatkan kekuatan personel dari jajaran Polresta Cirebon, Polsek se-Kabupaten Cirebon, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, yang bergerak selaras di bawah satu komando demi keselamatan bersama.

    Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin langsung apel kesiapan pasukan di halaman Mapolsek Weru, yang dilanjutkan dengan pemberian arahan pimpinan pasukan (APP) serta pelaksanaan simulasi taktis Tactical Wall Game (TWG). Langkah persiapan yang cermat dan menyeluruh ini dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami sepenuhnya tugas, tanggung jawab, titik penempatan, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung. Dengan kesiapan yang matang, setiap petugas dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila diperlukan, sehingga keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga sepanjang acara.

    Tradisi Memayu Buyut Trusmi sendiri merupakan warisan budaya turun-temurun yang dijaga dan dilestarikan dengan bangga oleh masyarakat setempat, dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan yang sarat makna ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata pelestarian nilai-nilai luhur budaya leluhur, sekaligus menjadi momentum berharga untuk mempererat kebersamaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat Kabupaten Cirebon.

    Suasana selama kegiatan berlangsung terlihat meriah, khidmat, dan penuh kehangatan. Arak-arakan budaya menampilkan barisan pusaka keramat yang dijunjung, para sesepuh desa yang dihormati, serta para pejabat daerah yang turut mendampingi prosesi dengan penuh penghormatan. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Cirebon ditampilkan dengan indah dan beragam, mulai dari penampakan ogoh-ogoh yang megah, pertunjukan tarian tradisional yang memukau, pameran kerajinan batik khas daerah, aneka makanan khas Cirebon yang menggugah selera, hingga pertunjukan kesenian musik tradisional maupun modern yang menghibur ribuan warga yang hadir memenuhi sepanjang jalur prosesi.

    Jalur arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi. Sepanjang perjalanan, warga berdatangan untuk menyaksikan, mengikuti, dan merayakan kebersamaan ini, sementara personel pengamanan senantiasa berjaga di setiap persimpangan dan titik rawan guna memastikan arus pergerakan lancar, aman, dan tertib. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan menindak pelanggaran hukum, melainkan juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas sekaligus jati diri masyarakat Kabupaten Cirebon.

    “Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman, tenang, dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi yang erat bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat ini dapat berlangsung tertib, damai, dan kondusif,” ungkap Kapolresta Cirebon.

    Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga menerapkan rekayasa lalu lintas yang terencana guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memastikan mobilitas warga yang tidak mengikuti kegiatan tetap berjalan lancar dan tidak terganggu. Kapolresta Cirebon turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel gabungan serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban, kedisiplinan, dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

    Berkat kesiapan personel yang tinggi, koordinasi lintas instansi yang solid, serta dukungan dan kedisiplinan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif sesuai harapan seluruh pihak. Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan yang patut dibanggakan dan dijaga bersama di Kabupaten Cirebon.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    pilar

    Post Bottom Ad

    ad728