Gubernur Jabar Tugaskan Buka MPLS Kepada 424 Pejabat
PILARGLOBALNEWS,--Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026 menjadi awal pembentukan karakter peserta didik agar siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Jawa Barat yang dibacakan pada pembukaan MPLS Pancawaluya di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Barat, Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 424 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditugaskan membuka MPLS di berbagai sekolah di Jawa Barat.
MPLS bukan sekadar hari pertama masuk sekolah, melainkan awal dari proses pembentukan karakter sebagai pelajar Jawa Barat. Sebuah proses untuk membangun disiplin, menumbuhkan tanggung jawab, dan membiasakan diri hidup dengan nilai karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan.
Gubernur menjelaskan, pembangunan karakter peserta didik di Jawa Barat berlandaskan nilai-nilai Pancawaluya yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda. Nilai tersebut diwujudkan melalui lima karakter utama, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta derasnya arus informasi menuntut pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter yang kuat agar peserta didik mampu menyikapi perubahan secara bijaksana.
Oleh karena itu, sekolah didorong menjadi ruang yang membiasakan peserta didik menerapkan nilai-nilai Pancawaluya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjalani pola hidup sehat, menghormati guru dan orang tua, bersikap jujur dan disiplin, memiliki semangat belajar hingga berani berinisiatif serta memberi manfaat bagi lingkungan.

Tidak ada komentar