Sebagai Upaya Perkuat Kewaspadaan Pemkot Bandung Gulirkan Siskamling Bencana
PILARGLOBALNEWS,--Program Siskamling Siaga Bencana kembali bergulir sebagai upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap potensi risiko di lingkungan kewilayahan. Kali ini, Siskamling Siaga Bencana berlangsung di Kelurahan Sekejati, Rabu, 8 April 2026 dan menjadi titik ke-88.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebutkan, Siskamling Siaga Bencana tidak hanya berfungsi menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini terhadap berbagai potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Sejak awal, Siskamling ini memang kita rancang sebagai siaga bencana. Kita merasakan sendiri bagaimana cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pohon tumbang hingga mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Ia mencontohkan, kejadian cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya, yang menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang di beberapa titik Kota Bandung.
Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan proses penanganan berlangsung cepat sehingga kondisi kota dapat segera pulih.
“Kota Bandung relatif cepat pulih. Namun kewaspadaan harus tetap kita jaga, karena potensi cuaca ekstrem masih ada,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menekankan pentingnya peran aktif warga di tingkat Rukun Warga (RW) dalam mengidentifikasi permasalahan lingkungan secara langsung. Pendekatan berbasis kewilayahan menjadi kunci dalam penanganan yang lebih tepat sasaran.
Ia menyebutkan, data yang dihimpun melalui program Laci RW turut mendukung pengambilan kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Sekarang arah pembangunan kita berbasis data. Kita tidak ingin semua diseragamkan, karena setiap wilayah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda,” jelasnya.
Melalui forum ini, berbagai persoalan kewilayahan turut mengemuka, mulai dari banjir akibat luapan sungai, kondisi infrastruktur jalan, drainase yang terhambat, hingga kebutuhan penerangan jalan umum.
Menanggapi hal tersebut, Farhan memastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti melalui survei teknis oleh perangkat daerah terkait.
“Kita petakan satu per satu. Semua akan disurvei dan ditindaklanjuti sesuai prioritas,” katanya memastikan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Siskamling ini bukan hanya soal ronda, tapi bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi risiko sejak dini,” tuturnya.

Tidak ada komentar