Penanganan Kerusakan Jalan Di Seputaran Panjunan Kota Bandung
PILARGLOBALNEWS,--Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan, penanganan kerusakan jalan di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, akan dilakukan secara komprehensif. Pemkot Bandung memilih menunda perbaikan jalan hingga proses penertiban aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut selesai dilakukan.
Farhan menjelaskan, kerusakan jalan di Panjunan tidak hanya disebabkan faktor usia infrastruktur, tetapi juga dipicu oleh aktivitas pasar yang berlangsung setiap pagi. Jalan tersebut, menurutnya, berubah fungsi menjadi pasar yang menjual komoditas basah.
“Setiap hari dari pukul 06.00 hingga 10.00, kawasan itu menjadi pasar. Barang basah membuat kondisi jalan terus-menerus lembap sehingga mempercepat kerusakan aspal,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin 13 April 2026.
Selain itu, Farhan juga menyoroti kondisi penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut yang kerap mengalami gangguan. Saat ini, Pemkot Bandung tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kerusakan, apakah karena faktor teknis atau tindakan pencurian.
Meski program perbaikan jalan di Panjunan awalnya telah dijadwalkan pada awal April 2026, Farhan memutuskan untuk menundanya. Ia menilai, perbaikan jalan tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan penataan aktivitas di atasnya.
“Kalau jalan diperbaiki tapi aktivitasnya masih sama pasti akan cepat rusak lagi. Maka kita tertibkan dulu setelah itu baru diperbaiki,” ujarnya.
Pemkot Bandung saat ini tengah melakukan langkah penertiban terhadap PKL di kawasan tersebut. Farhan menegaskan, upaya ini merupakan tindak lanjut dari berbagai imbauan yang telah disampaikan sejak tahun sebelumnya.
Menurutnya, penertiban dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan menjaga kualitas infrastruktur kota agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Setelah kawasan tertib dan ada komitmen bersama baru kita lakukan pengaspalan. Ini agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan,” tuturnya.

Tidak ada komentar