Korps Alumni KNPI Jawa Barat Bentuk Badan Advokasi Pengaduan Pelayanan Publik
PILARGLOBALNEWS,--Upaya memperkuat budaya antikorupsi terus digelorakan di Jawa Barat. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jawa Barat menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI adakan Seminar Anti Korupsi yang digelar di Gedung Merdeka, Jumat (10/4/2026).
Simbol Perlawanan dari Gedung Bersejarah
Pemilihan Gedung Merdeka sebagai lokasi kegiatan bukan
sekadar teknis. " Gedung Merdeka yang menjadi saksi Konferensi Asia Afrika
dan hari ini juga menjadi saksi Pembentukan Badan Advokasi Pengaduan Pelayanan
Publik dan Tata Kelola Pemerintahan oleh Korps Alumni KNPI Jawa Barat dengan
menggandeng KPK RI".
Ini semua dinilai
sarat makna perjuangan dan kemerdekaan yang kini diterjemahkan sebagai
perlawanan terhadap praktik korupsi yang ada di Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya mempercepat
pembangunan daerah tanpa menyisakan jejak tindak pidana korupsi di 27
kabupaten/kota se Jawa Barat.
Dengan mengusung tema :
" Membangun Spirit Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan
dan Pemberantasan Korupsi di Jawa Barat"., forum ini menjadi ruang kolaborasi
antara lembaga antirasuah, tokoh pemuda, dan masyarakat untuk memperkuat
kesadaran kolektif melawan korupsi.
Bangun Gerakan Kolektif Antikorupsi.
Ketua DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, Dian Rahadian,
menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat
penegak hukum. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci.
"Ini komitmen nyata kami untuk membentengi masyarakat
dengan pengetahuan dan kesadaran hukum. Pemberantasan korupsi harus menjadi
semangat kolektif,” tegasnya.
Kami ingin memastikan masyarakat punya ruang aman untuk
melapor. Badan ini akan independen dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar
Dian.
Dian Rahadian menambahkan, sinergi antara organisasi
kepemudaan dan institusi negara seperti KPK RI penting untuk mendorong
transparansi serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat Siapkan Posko Pengaduan
Pelayanan Publik di 27 Kabupaten/Kota
Dalam langkah konkret, Korps Alumni KNPI Jawa Barat akan
membuka "Posko Pengaduan Pelayanan Publik Dugaan Korupsi di 27
kabupaten/kota se-Jawa Barat".
Inisiatif ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam
melaporkan praktik korupsi tanpa harus datang langsung ke Jakarta.
Sekretaris DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, Asep Andriana,
bersama Bendahara Pamriadi, turut mendorong program ini sebagai bagian dari
penguatan pengawasan publik berbasis masyarakat.
Tak hanya itu, KNPI juga berencana membentuk " Badan
Pengawas Korupsi Independen", di bawah naungan organisasi. Badan ini ditegaskan
tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun.
Dorong Pengawasan Partisipatif
Seminar ini menekankan pentingnya membangun ekosistem sosial
yang menolak segala bentuk korupsi, baik di sektor birokrasi, pelayanan publik,
hingga kehidupan sehari-hari.
Dari forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi strategis
yang dapat diimplementasikan di berbagai sektor pembangunan di Jawa Barat,
khususnya dalam memperkuat pengawasan partisipatif.
Ketua DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, H. Dian Rahadian, SH,
MM, menegaskan bahwa hasil diskusi melahirkan gagasan konkret berupa
pembentukan badan khusus yang fokus pada advokasi, pelayanan publik, dan tata
kelola pemerintahan.
“Kami menyepakati, termasuk mendapat respons yang baik dari
KPK, akan dibentuknya badan advokasi, pelayanan publik, dan tata kelola
pemerintahan. Badan ini nantinya akan diisi oleh berbagai unsur untuk
berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Barat yang bebas dari korupsi,” ujar Dian
Rahadian dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa badan ini akan berfungsi sebagai wadah
aspirasi masyarakat yang selama ini sering menemukan indikasi penyelewengan
namun sulit menyalurkannya.
Korps Alumni KNPI Jabar juga berencana membentuk posko-posko
pengaduan di seluruh sekretariat di 27 kabupaten/kota untuk memudahkan
jangkauan masyarakat.
“Di Korps Alumni KNPI ini, kita lepaskan warna kita. Kita
semua berbicara untuk Merah Putih, untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat,”
pungkasnya tegas.
Antusiasme Publik dan Harapan Ke Depan
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang
berasal dari berbagai kalangan. Mereka berharap kolaborasi antara KNPI dan KPK
RI tidak berhenti pada seminar hari ini (Jumat, 10/04/2026) tetapi berlanjut
dalam program nyata yang berdampak langsung.
Dengan meningkatnya kesadaran publik serta keterlibatan
aktif generasi muda, Jawa Barat diharapkan mampu menjadi daerah terdepan dalam
mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih, dan berintegritas
Turut hadir memberikan sambutan, Sekretaris Daerah (Sekda)
Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman sekaligus membuka kegiatan Seminar Anti
Korupsi
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat,
termasuk kehadiran narasumber utama dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI
yang memberikan fokus utama mengenai strategi pencegahan dan peran masyarakat.
Hadir pula dalam panel diskusi, antara lain: Direktur
Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah II, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa
Barat , Perwakilan DPRD Provinsi Jawa
Barat, Sekjen Mewakili Ketum Korps
Alumni KNPI Pusat, Perwakilan DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, Perwakilan
pengusaha/KADIN Provinsi Jawa Barat, Tokoh Masyarakat Jawa Barat Ceu Popong,
Anton Charliyan, Ketua Koordinator Forum Ormas Jabat R. Hendra Mulyana, SH,
serta peserta dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan/LSM
se Jawa Barat
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini juga diisi
dengan penyampaian rekomendasi atau pernyataan sikap sebagai langkah konkret
dalam mengawasi jalannya pembangunan, khususnya pada sektor pengadaan barang
dan jasa serta penggunaan aplikasi di lingkungan satuan kerja perangkat daerah
(SKPD)


Tidak ada komentar