• Breaking News

    BAZNAS Kota Bandung Akan Terus Mendorong Peningkatan Literasi Zakat


    PILARGLOBALNEWS,--Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung terus mendorong peningkatan literasi zakat di masyarakat sebagai upaya mengoptimalkan potensi zakat yang diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun per tahun.

    Wakil Ketua I Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman mengatakan, kurangnya literasi zakat lanjutan masih menjadi tantangan dalam optimalisasi penghimpunan zakat. Pemahaman dasar masyarakat tentang zakat sebenarnya sudah cukup tinggi.

    “Kalau literasi zakat dasar masyarakat kita sudah di atas 70 persen. Artinya masyarakat sudah tahu apa itu zakat. Tapi literasi lanjutan, seperti bagaimana zakat dikelola oleh lembaga dan bagaimana zakat diberdayakan, itu masih sekitar 50 persen,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.

    Karena itu, Baznas Kota Bandung membentuk divisi khusus yang bertugas melakukan edukasi dan sosialisasi zakat kepada masyarakat.

    Salah satu program yang dijalankan adalah Baznas Goes to School, yang menyasar kalangan pelajar untuk meningkatkan pemahaman tentang zakat sejak usia dini.

    “Melalui program Baznas Goes to School ini kita bukan hanya sosialisasi, tapi juga membentuk duta-duta zakat di kalangan pelajar,” kata Arif.

    Selain di tingkat sekolah, Baznas juga menjalankan program Bintang Talenta yang menyasar mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa didorong menjadi dai zakat yang mampu menyampaikan edukasi zakat melalui media sosial dan platform digital.

    “Kita dorong mereka menjadi dai zakat di media sosial sehingga literasi zakat bisa menjangkau lebih luas terutama generasi muda,” ujarnya.

    Baznas Kota Bandung juga melatih para penyuluh agama dan dai untuk menjadi dai preneur, yakni dai yang tidak hanya berdakwah tentang zakat, tetapi juga mampu memberikan edukasi pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

    Menurut Arif, pendekatan ini penting agar zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Para dai ini kita latih supaya bukan hanya menjadi konsultan bayar zakat, tetapi juga konsultan pemberdayaan ekonomi melalui zakat,” katanya.

    Ia berharap berbagai program edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga dampaknya bisa lebih besar bagi masyarakat.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    pilar

    Post Bottom Ad

    ad728