Kamis, 20 Februari 2020

Untuk Citarum Rp 1,4 triliun


PILARGLOBALNEWS,-- Program pemulihan Sungai Citarum yang dicanangkan Presiden Joko Widodo menargetkan pemulihan sungai dalam jangka waktu 7 tahun , Dalam 7 tahun, seperti yang disampaikan oleh Pak Jokowi, sungai kembali baik. ukurannya, bisa digunakan sebagai tempat rekreasi, nanam ikan, pertanian, dan seterusnya. Kalau kita bagi, dan kemarin dilaporkan oleh Dansatgas (Komandan Satgas), masih di kisaran cemar sedang menuju ke cemar ringan, itu posisinya,” . hal tersebut dikatakan Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  RI, Tb Haeru Rahayu

Mengenai bantuan anggaran Tb Haeru mengatakan, dana bantuan Bank Dunia, untuk membenahi masalah sampah Sungai Citarum mulai cair tahun ini. “Sudah masuk di Bandung Raya,” kata Haeru Kamis, 20 Februari 2020.
Haeru menjelaskan, dana hibah dari Bank Dunia tersebut seluruhnya Rp 1,4 triliun yang akan dikucurkan bertahap hingga tahun 2022. Dana tersebut untuk mendanai pgoram ISWM, atau Integrated Solid Waste Management yang menyasar  delapan kabupaten/kota yang dilintasi Sungai Citarum.

Masih dikatakan Haeru , Program ISWM tersebut khusus untuk mendanai penanganan masalah sampah di Sungai Citarum. “Bentuknya macam-macam, termasuk TPS (Tempat Pengolahan Sampah) 3R (Reduce, Reuse, & Recycle), termasuk capacity buliding, selain dari Bank Dunia, pemerintah juga menggelontorkan dananya untuk penanganan masalah sampah tersebut. “Grant, tapi kan ada ikutannya. Kita di sini menyiapkan APBD, APBN,”  jelas Raeru
Menurut Haeru , indikator yang dipatok untuk tahun 2020 inia adalah mencapai kondisi Cemar Ringan untuk Sungai Citarum. “Sudah harus masuk di Cemar Ringan, selesai di tahun 2020. Tahun depan harapannya ke kelompok Kelas IV. Kelas III, dan II itu 3 tahun yang akan datang. Kelas IV itu airnya bisa dipakai untuk pertanian. Kelas III dipakai untuk perikanan, Kelas II untuk rekreasi wisatawan,” kata Haeru memaparkan.(redyayan)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar