Dari Panti Diubah Menjadi Balai
PILARGLOBALNEWS,-- Sejak tiga hari lalu saya sudah berkoordinasi dengan provinsi. Pemerintah Kota
Bandung siap membantu dalam berbagai hal apabila diperlukan. Setelah
berkoordinasi dengan provinsi, bahwa
semua sudah selesai dan pemerintah kota diharapkan tidak ada gerakan apa pun.hal
tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Tono Rusdiantono,
dalam siaran persnya, Kamis (16/1/2020).
Menurut Tono , masalah Wyataguna sebetulnya kewenangannya
ada di Kemensos Republik Indonesia dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, sejak
mantan penghuni BRSPDN Wyata Guna memutuskan bertahan di trotoar, dirinya langsung
berkoordinasi bersama dinas terkait yang berwenang di level Pemerintah Provinsi
(Pemprov). Hasilnya, masalah BRSPDN Wyata Guna sudah tertangani.

Meski begitu, Tono menyatakan, sesuai arahan dari Wali Kota
Bandung Oded M Danial bahwa Pemkot harus tetap mempersiapkan beragam kebutuhan
ataupun logistik bagi mantan penghuni BRSPDN Wyata Guna apabila suatu saat
diperlukan.
“Pemerintah kota melalui Pak Wali Kota sudah menyiapkan
untuk mengantisipasi kemungkinan ke depan. Saya sudah menyiapkan makanan.
Tempat tinggal di Rancacili juga sudah siap dengan fasilitas cukup baik dan
bisa dipakai. Tapi karena berbeda kewenangan dan kita tidak bisa masuk,” jelas
Tono.
Kementrian Sosial mengeluarkan Permensos Nomor 18 tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Melalui Permen tersebut nomenklatur Wyata Guna yang asalnya berbentuk panti diubah menjadi balai.
Kemensos juga berencana membangun Balai Rehabilitasi Sosial Disabilitas Terpadu berstandar internasional di atas seluruh lahan kompleks Wyata Guna. SLBN A Kota Bandung yang berada dalam satu kawasan komplek Wyata Guna terancam tergusur bila rencana itu direalisasikan.(red/agusraharja)
Tidak ada komentar