Walikota Bandung " ketidaknyamanan justru menjadi pengingat agar seorang pemimpin tidak larut dalam rasa aman "
PILARGLOBALNEWS,--Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan bahwa pemimpin bukanlah posisi yang menghadirkan kenyamanan, melainkan kesiapan untuk menghadapi berbagai ketidaknyamanan secara langsung di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kajian Rutin KOPIAH F3U (Kajian Obrolan Perihal Amal Kebaikan, Iman, dan Hikmah Forum Ulama Umaro Utama Bandung) di Pendopo, Sabtu 31 Januari 2026.
“Secara pribadi saya menyimpulkan bahwa memang pekerjaan jadi pemimpin adalah pekerjaan yang tidak boleh nyaman,” ujar Farhan.
Menurutnya, berbagai fasilitas jabatan seperti rumah dinas, kendaraan dinas, hingga pengawalan tidak serta-merta menghadirkan ketenangan batin ketika seorang pemimpin menyadari masih banyak persoalan warga yang harus diselesaikan.
Farhan menyebut, ketidaknyamanan justru menjadi pengingat agar seorang pemimpin tidak larut dalam rasa aman, melainkan terus hadir dan peka terhadap kondisi nyata masyarakat.
“Tidak kemudian membuat saya 'ah sudah beres, sudah nyaman di dalam mobil AC'. Tidak bisa. Ada banyak ketidaknyamanan yang harus dihadapi dan itu dihadapinya harus bersama-sama,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ruang dialog antara ulama, umaro, dan umat dalam menghadapi tantangan sosial di era digital saat ini, terutama dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat.
“Itu sebabnya kita membuat forum ini. Forum ulama, umaro, dan umat. Yang utama apa? Ya umat yang diutamakan,” ucapnya.
Kajian rutin KOPIAH F3U ini merupakan edisi keempat yang digelar Forum Ulama Umaro Utama Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali setiap Sabtu di akhir pekan sebagai ruang pertemuan dan dialog.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Ustaz Erick Yusuf, Ulama KH Miftah Farid, dan Budayawan Aat Soeratin.

Tidak ada komentar